12 KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR: PENGERTIAN, TUJUAN, KOMPONEN, DAN PRINSIP PENGGUNAAN
Berikut 12 Jenis Keterampilan mengajar yang dibutuhkan guru SD:
1. Keterampilan menyusun
skenario
a.
Pengertian
Keterampilan menyusun
skenario adalah keterampilan dalam menyusun tahap/langkah-langkah kegiatan
pembelajaran, (Pendahuluan, Penyajian (lnti), serta Penutup dan Tindak Lanjut),
uraian kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, memilih media dan alat yang
akan digunakan guru maupun siswa. Serta menentukan estimasi waktu, dalam rangka
memfasilitasi siswa agar mendapatkan kemudahan dalam proses belajarnya.
b.
Tujuan
Keterampilan menyusun
skenario memiliki tujuan yaitu, sebagai berikut:
1)
Memberikan pedoman tentang
tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran.
2)
Memberikan panduan tentang uraian
kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan baik oleh pengajar maupun
peserta didik.
3)
Memberikan penjelasan tentang strategi, teknik, metode, media dan
alat yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.
4)
Memberikan panduan tentangestimasi
penggunaan waktu pada setiap kegiatan Pembelajaran
c.
Komponen
Keterampilan menyusun
skenario memiliki berbagai komponen yaitu, sebagai berikut:
1)
Menetapkan tahap/langkah-langkah
urutan kegiatan pembelajaran.
2)
Menetapkan kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan baik oleh pengajar maupun peserta didik.
3)
Memilih metode dan strategi yang
tepat.
4)
Membuat rencana proses
pembelajaran.
5)
Mengelola kelas agar kelas
dinamis, aktif interaktif, dan partisipatif.
6)
Mengorganisasi kelas secara
klasikal, individu, maupun kelompok.
7)
Menetapkan estimasi penggunaan
waktu pada setiap kegiatan pembelajaran.
8)
Memberi konsultasi kepada peserta
didik (peran pengajar sebagai fasititator)
d.
Prinsip Penggunaan
Penyusunan skenario Pembelajaran
hendaknya sesuai dengan prinsip berikut:
1)
Sesuai dengan kompetensi yang
harus dikuasai oleh peserta didik.
2)
Sesuai dengan jenis materi
pembelajaran.
3)
Sesuai dengan kondisi
kelas/sekolah menyangkut sarana maupun prasarana yang tersedia.
4)
Sesuai dengan kemamapuan pengaiar
2.
Keterampilan mengelola
kelas
a.
Pengertian
Keterampilan mengelola
kelas dapat diartikan sebagai keterampilan yang digunakan oleh seorang guru
dalam proses pembelajaran guna untuk
mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas
yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa,
menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman
dalam proses belajar mengajar.
b.
Tujuan
Keterampilan mengelola
kelas memiliki tujuan umum dan tujuan khusus yaitu, sebagai berikut:
1)
Tujuan umum pengelolaan kelas
adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam
kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
2)
Tujuan khususnya adalah mengembangkan
kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan
kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu
siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
c.
Komponen
Komponen keterampilan
kelas meliputi:
1)
Keterampilan yang berhubungan
dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
·
Memperlihatkan sikap yang tanggap
dengan melihat secara jeli dan seksama, mendekatkan diri, memberikan sebuah
pernyataan, atau memberi reaksi terhadap gangguan kelas.
·
Membagi perhatian secara visual
dan verbal.
·
Memusatkan perhatian kelompok
dengan cara menyiapkan siswa dan menuntut tanggungjawab siswa.
·
Memberi petunjuk-petunjuk yang
jelas.
·
Menegur secara bijaksana, yaitu
secara jelas dan tegas, bukan berupa peringatan atau ocehan, serta membuat
aturan.
·
Memberikan penguatan seperlunya.
2)
Keterampilan yang berhubungan
dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
·
Modifikasi tingkah laku. Dalam
strategi ini, hal pokok yang harus dikuasai seorang guru adalah mengajarkan
tingkah laku baru yang diinginkan dengan cara memberikan contoh, bimbingan dan
meningkatkan munculnya tingkah laku siswa yang baik dengan memberikan
penguatan.
·
Pengelolaan/ proses kelompok.
Dalam strategi ini kelompok dimanfaatkan dalam memecahkan masalah-masalah pengelolaan
kelas yang muncul, terutama melalui diskusi.
·
Menemukan dan memecahkan tingkah
laku yang menimbulkan masalah. Dalam strategi ini perlu ditekankan bahwa setiap
tingkahlaku yang keliru merupakan gejala dari suatu permasalahan.
d.
Prinsip Penggunaan
Menurut (Wardani, 2005)
dalam menerapkan keterampilan mengelola kelas perlu diingat 6 prinsip, yaitu:
1)
Kehangatan dan keantusiasan dalm
mengajar, yang dapat menciptakan iklim kelas yang menyenangkan.
2)
Menggunakan kata-kata atau
tindakan yang dapat menantang siswa untuk berfikir.
3)
Menggunakan berbagai variasi yang
dapat menghilangkan kebosanan.
4)
Keluwesan guru dalam pelaksanaan
tugas.
5)
Penekanan pada hal-hal yang
bersifat positif.
6)
Penanaman disiplin diri sendiri.
3.
Keterampilan membuka
pelajaran
a.
Pengertian
Keterampilan membuka
pelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
mempersiapkan mental dan menimbulkan perhatian siswa. Hal ini dimaksudkan agar
siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Kegiatan membuka pelajaran
semacam itu tidak saja harus dilakukan guru pada awal jam pelajaran tetapi juga
pada awal setiap penggal kegiatan dari inti pelajaran yang diberikan selama jam
pelajaran itu.
b.
Tujuan
Berikut tujuan membuka
pelajaran dengan baik, di antaranya sebagai berikut:
1)
Membantu diri untuk mempersiapkan
proses pembelajaran dengan baik dan maksimal.
2)
Menumbuhkan perhatian, minat dan
semangat siswa untuk mengikuti KBM yang akan dilakukan.
3)
Untuk membantu siswa dalam
mengetahui batasan tugas yang akan dikerjakan selama proses pembelajaran.
4)
Membantu mengingatkan siswa akan
materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya, sehingga memudahkan mereka
menerima pelajaran yang masih berkaitan dengan sebelumnya
c.
Komponen
Komponen kerrampilan
membuka pelajaran menurut Abimanyu (1985) adalah sebagai berikut:
1)
Menarik perhatian siswa
·
Gaya mengajar guru hendaknya
memvariasikan gaya mengajarnya agar dapat menimbulkan perhatian siswa.
·
Guru dapat menggunakan alat-alat
bantu mengajar seperti gambar, model, skema, dan sebagainya untuk menarik
perhatian siswa.
·
Guru hendaknya mengadakan pola
interaksi yang bervariasi dalam menyelenggarakan pembelajaran.
2)
Menimbulkan motivasi
Guru hendaknya
melakukan berbagai cara untuk menimbulkan motivasi siswa. Sedikitnya ada 4
(empat) cara untuk menimbulkan motivasi, yaitu:
·
Melalui kehangatan dan keantusiasan.
·
Dengan menimbulkan rasa ingin
tahu.
·
Mengemukakan ide yang
bertentangan.
·
Dengan memperhatikan minat siswa.
3)
Memberi acuan (scructuring)
Memberi acuan diartikan
sebagai usaha mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkaian alternatif
yang memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal-hal yang
akan dipelajari dan cara yang hendak ditempuh dalam mempelajari materi
pelajaran. Untuk itu usaha dan cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah:
·
Mengemukakan tujuan dan
batas-batas tugas.
·
Menyarankan langkah-langkah yang
akan dilakukan.
·
Mengingatkan masalah pokok yang
akan dibahas.
·
Mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
4)
Membuat Kaitan
Jika guru akan
mengajarkan materi pelajaran yang baru, guru perlu menghubungkannya dengan
hal-hal yang telah dikenal siswa atau dengan pengalaman-pengalaman, minat, dan
kebutuhan-kebutuhan siswa. Hal itulah yang disebut bahan pengait.
d.
Prinsip Penggunaan
Prinsip-prinsip yang
harus dipertimbangkan oleh guru dalam penggunaan keterampilan membuka dan
menutup pelajaran sebagaimana dipaparkan oleh Marno dan Idris 2009: 78-81 yaitu
sebagai berikut:
1)
Bermakna
Prinsip bermakna adalah
mempunyai nilai tercapainya tujuan penggunaan keterampilan membuka pelajaran.
Artinya dalam usaha menarik perhatian atau memotivasi siswa, guru hendaknya
memilih cara yang relevan dengan isi dan tujuan pelajaran.
2)
Kontinyu
Berkesinambungan
Aktivitas yang ditempuh oleh guru dalam memperkenalkan dan merangkum kembali
pokok-pokok penting pelajaran hendaknya merupakan bagian dari kesatuan yang utuh.
Dalam mewujudkan prinsip ini perlu diusahakan suatu susunan yang tepat,
berhubungan dengan minat siswa, ada kaitannya yang jelas antara satu bagian
dengan bagian lainnya, atau ada kaitannya dengan pengalaman dan pengetahuan
yang telah dimilki siswa.
3)
Fleksibel
Fleksibel dalam kaitan
ini berarti penggunaan yang tidak kaku, dalam arti tidak terputus-putus atau
lancar. Kelancaran dalam susunan gagasan, ide, atau cerita dapat memudahkan
peserta didik dalam mengonsepsi keutuhan konsep pembuka maupun penutup dan
dapat pula dengan mudah mengantisipasi pokok bahasan yang akan dipelajari.
4)
Antusiasme dan kehangatan dalam
mengkomunikasikan gagasan
Antusiasme menandai
kadar motivasi yang tinggi dari guru dan hasil ini akan berpengaruh pada
motivasi yang tinggi pula pada peserta didik. Dengan antusiasme guru dalam
berkomunikasi, mendorong anak untuk menilai bahwa pokok bahasan yang dipelajari
mempunyai arti yang penting. Dengan demikian peserta didik akan tinggi
perhatian dan minatnya, yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingginya
aktivitas belajar.
4.
Keterampilan menjelaskan
a.
Pengertian
Keterampilan
menjelaskan pada pembelajaran adalah kapasitas seorang guru dalam
mempresentasikan informasi dengan menggunakan penuturan lisan yang terstruktur
dan sistematis. Ini bertujuan agar suatu informasi bisa terkoneksi dengan baik
sehingga akan tercipta suatu pemahaman. Ini bisa dilakukan dengan menghubungkan
antara pengertian dengan contoh, sebab dan akibat. Penjelasan informasi yang
terarah, dipresentasikan dengan rapi dan sesuai dengan kaidah adalah
karakteristik dari aktivitas menjelaskan. Aktivitas menjelaskan adalah komponen
yang baik bagi guru untuk menciptakan hubungan interaksi dengan siswa di kelas.
b.
Tujuan
Keterampilan
menjelaskan memiliki tujuan, yaitu sebagai berikut:
1)
Agar guru bisa memperoleh respon
atau feedback dari siswa tentang penguasaan materi yang telah dijelaskan.
Respon siswa sendiri merupakan sikap aktif yang bisa membuat pemahaman materi
menjadi lebih baik.
2)
Mengajari siswa agar bisa terus
konsisten untuk berpikir dan memperhatikan suatu penjelasan sehingga materi
yang terserap bisa lebih efektif.
3)
Siswa bisa memahami proses
berpikir dengan menggunakan fakta yang valid untuk mendapatkan solusi dari
masalah.
4)
Mengayomi siswa sehingga mereka
bisa lebih menguasai mata pelajaran dengan baik.
c.
Komponen
1) Merencanakan
Agar bisa menjelaskan
dengan baik, guru harus merencanakannya dengan matang. Rencana terdiri dari isi
materi dan penerima materi. Pada isi materi harus bisa menganalisa dari segi
masalah umum, komponen terkait dan masalah-masalah yang sesuai dengan materi.
Sedangkan pada penerima
materi yaitu siswa, guru diharuskan bisa memperhatikan latar belakang siswa
dari mulai suku, ekonomi, bakat, lingkungan, usia, gender dan kapabilitas
mereka dalam berfikir. Ini menuntut guru agar bisa fleksibel dalam merencanakan
penjelasan.
2) Presentasi penjelasan
Sebuah presentasi
penjelasan bisa dikembangkan bila guru menggunakan tahap berikut ini:
·
Kejelasan: Pada pelaksanan
penjelasan harus dilakukan dengan bahasa yang bisa dicerna dengan baik oleh
siswa. Hindari kata-kata (kosakata) canggih yang mungkin belum diketahui siswa.
·
Pemakaian ilustrasi dan contoh:
Penjelasan yang baik ada kalanya bisa menggunakan sebuah ilustrasi dan contoh,
ini bertujuan agar siswa terpancing daya imajinasinya. Pastikan agar contoh dan
ilustrasi tidak jauh dengan pengalaman siswa.
·
Pemberian penekanan: Ketika
menjelaskan guru dituntut untuk bisa fokus kepada siswa dan membimbing mereka
kepada masalah utama dan meminimalisir penjelasan mubazir. Dalam hal ini guru
harus memberikan penekanan pada setiap penjelasan yang dirasa penting.
·
Pemakaian balikan: Guru bisa
memberikan pertanyaan agar timbul feedback. Sehingga bisa mengetahui pemahaman
siswa.
d.
Prinsip Penggunaan
Keterampilan
menjelaskan mempunyai prinsip yang bisa membuat implementasinya bisa lebih
efektif dan efisien, berikut diantaranya:
1)
Pada pelaksanaanya penjelasan
harus bisa membuat siswa tertarik dan harus sesuai dengan materi dan kompetensi
dasar.
2)
Syarat dalam menjelaskan adalah
harus selaras dengan apa yang tertuang pada KD (kompetensi dasar). Selain itu
guru juga harus bisa menganalisa tentang latar belakang dan tingkat kemampuan
siswa agar penjelasan bisa tepat guna.
3)
Penjelasan dilakukan pada saat
belajar mengajar, lebih tepatnya awal tengah atau akhir aktivitas jam
pelajaran.
4)
Penjelasan bisa dilakukan untuk
membalas pertanyaan siswa, selain itu penjelasan juga bisa dilakukan untuk
menjelaskan materi yang telah direncanakan sehingga materi bisa memenuhi
kompetensi dasar.
5.
Keterampilan memberi
penguatan
a.
Pengertian
Keterampilan memberi
penguatan dapat diartikan sebagai segala bentuk tanggapan, baik verbal maupun
non-verbal yang merupakan bagian dari modifikasi perilaku guru terhadap
perilaku siswa dengan tujuan memberikan informasi atau umpan balik atas
tindakan penerima sebagai dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan
respons terhadap perilaku yang dapat membuatnya lebih mungkin untuk terulang
kembali.
b.
Tujuan
·
Meningkatkan perhatian siswa
Melalui adanya
penguatan perilaku siswa oleh guru, siswa dapat merasa diperhatikan oleh guru.
Dengan demikian, maka perhatian siswa akan meningkat seiring dengan perhatian
dan respon yang diberikan oleh guru.
·
Membangkitkan dan memelihara
motivasi belajar siswa
Guru selalu berupaya
untuk memelihara dan menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui penguatan.
Apabila guru dapat memberi penguatan perhatian siswa dengan baik, maka motivasi
belajar siswa akan tumbuh sendirinya dengan baik pula.
·
Memudahkan belajar siswa
Diperlukannya
kebiasaan-kebiasaan positif dalam pembelajaran untuk dapat memudahkan belajar
siswa, seperti pemberian respon yang dapat membantu siswa untuk mencoba
bereksplorasi dan terhindar dari perasaan takut salah dalam pembelajaran.
·
Menumbuhkan rasa percaya diri pada
siswa
Modal dasar dalam
belajar ialah sebuah rasa percaya diri, segala rasa negatif yang ada perlu
dihindari agar kualitas proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Guru
dapat memberi penguatan terhadap sekecil apapun perbuatan belajar siswa dalam
rangka memperkecil perasaan-perasaan negatif dalam belajar.
·
Memelihara kelas yang kondusif
Lingkungan pengajaran
yang ramah, aman, dan dinamis mendorong kegiatan belajar yang maksimal bagi
siswa. Penguatan guru membuat lingkungan kelas lebih demokratis sehingga siswa
memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapat, mencoba hal-hal, dan melakukan
kegiatan belajar lainnya. Hal ini merupakan efek dari reaksi yang menyertai
proses dan hasil belajar siswa.
·
Mengontrol dan memodifikas tingkah
laku siswa serta mendorong munculnya prilaku.
Penguatan yang
diberikan oleh guru dapat mengontrol dan juga mengubah perilaku siswa dalam
proses belajar mengajar dan mendorong berkembangnya perilaku positif pada diri
siswa.
c.
Komponen
·
Penguatan verbal
·
Penguatan non verbal
·
Penguatan gerak isyarat
·
Penguatan pendekatan
·
Penguatan dengan sentuhan
·
Penguatan dengan kegiatan yang
menyenangkan
·
Penguatan berupa simbol atau benda
·
Penguatan tak penuh
d.
Prinsip Penggunaan
·
Kehangatan dan keantusiasan.
Sikap, gaya guru,
suara, mimik, dan gerak badan akan menunjukkan adanya kehangatan dan
keantusiasan dalam memberikan penguatan. Maka timbulahlah kesan bahwa guru
memberikan penguatan dengan ikhlas karena disertai kehangatan dan keantusiasan.
·
Penguatan sebaiknya diberikan
sesuai dengan sikap prilaku dan penampilan siswa agar siswa mengerti dan yakin
bahwa dia patut di beri penguatan.
·
Menghindari penggunaan respon yang
negatif. Teguran dan hukuman memang masih dapat diberlakukan, akan tetapi
respon negatif yang berupa komentar, menyindir, hinaan, ejekan, hal-hal yang
dianggap kasar dan tidak mendidik secara baik haruslah dihindari. Hal-hal
semacam itu akan mematahkan semangat siswa untuk mengembangkan dirinya.
6.
Keterampilan menggunakan
media dan alat pembelajaran
a.
Pengertian
Keterampilan
menggunakan media dan alat pembelajaran dapat diartikan sebagai guru mampu
menyalurkan pesan/materi ke siswa sehingga mampu meningkatkan kemampuan
pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi.
b.
Tujuan
Keterampilan
menggunakan media dan alat pembelajaran memiliki tujuan, yaitu:
1)
Memperjelas penyajian pesan agar
terlalu verbalistis.
2)
Mengatasi keterbatasan ruang,
waktu, dan daya Indera.
3)
Memperlancar jalannya proses
pembelajaran.
4)
Menimbulkan kegairahan belajar.
5)
Memberi kesempatan kepada siswa
untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan.
6)
Memberi kesempatan pada siswa
untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
c.
Komponen
Terdapat setidaknya
tiga komponen dalam keterampilan menggunakan media dan alat pembelajaran yakni:
1)
Media audio, yaitu media yang
digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang mempunyai sifat dapat
didengarkan oleh siswa, seperti radio.
2)
Media visual, yaitu media yang
digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang mempunyai sifat dapat
dilihat oleh siswa, seperti peta.
3)
Media audio visual, yaitu media
yang digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang mempunyai sifat dapat
dilihat dan didengar oleh siswa, seperti TV Edukasi.
d.
Prinsip Penggunaan
Keterampilan
menggunakan media dan alat pembelajaran memiliki prinsip penggunaan, yaitu:
1)
Tepat guna, artinya media
pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar.
2)
Berdaya guna, artinya media
pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan motivasi siswa.
3)
Bervariasi, artinya media
pembelajaran yang digunakan mampu mendorong sikap aktif siswa dalam belajar.
7.
Keterampilan pembelajaran
daring
a.
Pengertian
Saat ini selain
kemampuan penguasaan materi yang mumpuni guru juga dituntut agar memilki
pengetahuan dalam mengaplikasikan teknologi pembelajaran dan juga keterampilan
dalam mengelola pembelajaran daring. Salah satu upaya mendasar yang perlu
dilakukan guru agar mudah mempelajari hal yang baru adalah dengan keluar dari
zona nyaman dan selalu memiliki keinginan untuk terus belajar.
b.
Tujuan
Keterampilan
pembelajaran daring memiliki tujuan yang menjadi acuan untuk menentukan jenis
materi pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan media
pembelajaran yang akan digunakan dalam
proses pembelajaran. Tanpa tujuan pembelajaran daring yang jelas,
pembelajaran daring justru akan menjadi kegiatan tanpa arah, tanpa fokus, dan
menjadi tidak efektif.
c.
Komponen
Keterampilan
pembelajaran daring memiliki beberapa komponen diantarannya:
1)
Mengungkapkan sesuatu yang memang
harus dilaksanakan peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung.
2)
Memberikan pemberitahuan berupa
apa saja keterampilan atau kemampuan yang harus dikuasainya.
3)
Adanya panduan berupa masalah atau
hambatan yang bisa muncul saat pembelajaran dilaksanakan.
4)
Adanya panduan yang jelas tentang
parameter rendah dan tinggi suatu tujuan pembelajaran diraih.
d.
Prinsip Penggunaan
Keterampilan
pembelajaran daring memiliki prinsip penggunaan yaitu:
1)
Dari pembelajaran verbalisme
menuju keterampilan aplikatif
2)
Peningkatan dan keseimbangan
antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills)
3)
Pembelajaran yang mengutamakan
pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat
4)
Pembelajaran yang menerapkan
nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun
kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik
dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani)
5)
Pembelajaran yang berlangsung di
rumah di sekolah, dan di masyarakat
6)
Pembelajaran yang menerapkan
prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di
mana saja adalah kelas
7)
Pemanfaatan teknologi informasi
dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
8)
Pengakuan atas perbedaan
individual dan latar belakang budaya peserta didik.
8.
Keterampilan mengadakan
variasi
a.
Pengertian
Variasi stimulus
merupakan kegiatan guru dalam proses interaksi belajar mengajar yang bertujuan
untuk mengatasi kebosanan siswa agar siswa selalu menunjukkan ketekunan dan
keterlibatannya dalam situasi belajar mengajar.
b.
Tujuan
·
Terciptanya proses pembelajaran
yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
·
Menghilangkan kejenuhan dan
kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas.
·
Meningkatkan perhatian dan
motivasi siswa.
·
Mengembangkan sifat keingintahuan
siswa terhadap hal-hal yang baru.
·
Menyesuaikan model pembelajaran
dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda.
·
Meningkatkan kadar aktivitas
belajar siswa.
c.
Komponen
·
variasi dalam cara mengajar guru,
·
variasi dalam penggunaan media dan
alat pengajaran, dan
·
variasi pola interaksi dan
kegiatan peserta didik.
d.
Prinsip Penggunaan
·
variasi hendaknya digunakan dengan
suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai,
·
variasi harus digunakan dengan
lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian peserta didik
dan tidak mengganggu pelajaran, dan
·
variasi harus direncanakan secara
baik dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan
pelajaran.
9.
Keterampilan membimbing
diskusi atau aktivitas pembelajaran lainnya
a.
Pengertian
Keterampilan membimbing
diskusi merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru
dalam membina dan mengarahkan siswanya pada saat diskusi berlangsung, diskusi
kelompok tersebut bertujuan untuk memecahkan masalah bersama, yang dilakukan secara
teratur dan tatap muka guna untuk berbagi pengalaman, pengetahuan diantara
siswanya.
b.
Tujuan
Menurut (Majid, 2013)
Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil bertujuan sebagai berikut:
1)
Siswa dapat saling memberi
informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang
harus dipecahkan mereka.
2)
Siswa dapat mengembangkan
pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.
3)
Siswa terlibat dalam perencanaan
dan pengambilan keputusan.
c.
Komponen
Menurut (Usman, 2013)
Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi sebagai berikut:
1)
Memusatkan perhatian siswa pada
tujuan dan topik diskusi.
2)
Memperluas masalah atau urunan
pendapat.
3)
Menganalisis pandangan siswa.
4)
Meningkatkan usulan siswa.
5)
Menyebarkan kesempatan berpartisipasi.
6)
Menutup diskusi.
d.
Prinsip Penggunaan
Dua prinsip dalam
keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil sebagai berikut:
1)
Diskusi hendaknya berlangsung
dalam “iklim terbuka”. Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan
berpartisipasi, kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan
mengenal lebih jauh topic diskusi, dan kesediaan menghargai pendapat orang
lain. Dengan demikian, semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk dikenal
dan dihargai, dapat merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.
2)
Perlu perencanaan dan persiapan
yang matang, antara lain: 1) Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa. 2) Masalah hendaknya mengandung
jawaban yang kompleks bukan jawaban yang tunggal. 3) Adanya informasi
pendahuluan yang berhubungan dengan topic tersebut agar para siswa memiliki
latar belakang pengetahuan yang sama sehingga mampu memberikan penjelasan dan
pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi siswa.
10Keterampilan tanya
jawab/bertanya dasar lanjutan
a.
Pengertian
Ketrampilan bertanya
dapat diartikan sebagai kemampuan seorang guru untuk merumuskan pertanyaan dan
jawaban sedemikian rupa sehingga berjalan lancar dan terkodekan. Keterampilan
bertanya hendaknya dilakukan dengan bervariasi agar siswa tidak bosan dengan
tanya jawab yang itu itu saja.
b.
Tujuan
·
Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa
tentang suatu masalah yang dibahas.
·
Perhatian siswa dapat terfokus
pada permasalahan yang dibahas.
·
Diagnosis kesulitan yang
menghalangi siswa untuk belajar.
·
Mengembangkan pembelajaran siswa
yang aktif.
·
Menawarkan siswa kesempatan untuk
menyerap informasi.
·
Mendorong siswa untuk berbicara
dalam diskusi.
·
Tes dan Pengukuran Hasil Belajar.
c.
Komponen
·
Komponen keterampilan dasar
mengajar bertanya tingkat dasar
1)
Penggunaan pertanyaan secara jelas
dan singkat.
2)
Pemberian acuan berupa pertanyaan
yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan siswa.
3)
Pemindahh giliran pertanyaan
kepada siswa lain.
4)
Pemberian waktu berpikir setelah
mengajukan pertanyaan.
5)
Pemberian tuntutan terhadap siswa
yang menjawab peertanyaan kurang tepat.
·
Komponen keterampilan dasar
mengajar bertanya tingkat lanjut
1)
Pengubahan tuntunan tingkat
kognisi dalam menjawab pertanyaan.
2)
Pengaturan urutan pertanyaan.
3)
Penggunaan pertanyaan pelacak.
4)
Peningkatan terjadinya interaksi.
d.
Prinsip Penggunaan
·
Kehangatan dan antusias.
Untuk meningkatkan
partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, guru hendaknya menampilkan
perilaku yang baik pada saat mengajukan pertanyaan dan menerima tanggapan dari
siswa. Postur dan gaya guru, termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan
postur, menunjukkan ada tidaknya kehangatan dan antusiasme.
·
Kebiasaan yang perlu dihindari, 1)
tidak mengulangi petanyaan apabila siswa tidak mampu menjawabnya. 2) tidak
mengulangi jawaban siswa. 3) tidak menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan
sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya. 4) guru hendaknya
berusaha agar siswa tidak menjawab pertanyaan secara serempak, karena guru
tidak mengetahui dengan pasti siapa yang menjawab dengan benar dan siapa yang
salah. 5) Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan,
oleh karena itu pertanyaan hendaknya ditujukan lebih dulu kepada seluruh siswa
baru kemudian guru menunjuk salah seorang untuk menjawab. 6) Guru terkadang
mengajukan pertanyaan yang sifatnya ganda, menghendaki beberapa jawaban atau
kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.
11.
Keterampilan mengevaluasi
dan merefleksi
a.
Pengertian
Siapapun yang melakukan
tugas mengajar, perlu mengetahui akibat dari peker-jaannya. Pendidik harus
mengetahui sejauhmana peserta didik telah menyerap dan menguasai materi yang
telah diajarkan. Seorang pendidik harus menguasai keterampilan membuat dan
mengembang- kan instrumen evaluasipenilaian tes maupun non tes, memilih bentuk
instrumen yang tepat, melakukan evaluasi, menganalisis hasil evaluasi, dan
memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi.
b.
Tujuan
Ketrampilan
mengevaluasi dan merefleksi memiliki tujuan diantaranya ialah:
1)
Mendeskripsikan kecakapan belajar
para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai
bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2)
Megetahui keberhasilan proses
pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam
mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
3)
Menentukan tindak lanjut hasil
penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program
pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya.
4)
Memberikan pertanggungjawaban
pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
c.
Komponen
Ketrampilan
mengevaluasi dan merefleksi memiliki beberapa komponen diantaranya ialah:
1)
Mengadakan evaluasi dan memberi
umpan balik terhadap kinerja siswa.
2)
Memberikan evaluasi yang obyektif
dan adil serta segera meniginformasikan hasil evaluasi kepada siswa.
3)
Memberi kesempatan kepada siswa
mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri.
4)
Memberi kesempatan kepada siswa
mengadakan evaluasi terhadap teman.
d.
Prinsip penggunaan
Dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional RI No. 20 tahun 2007 ditegaskan bahwa penilaian hasil
belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan
pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)
sahih, berarti penilaian
didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2)
objektif, berarti penilaian
didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi
subjektivitas penilai.
3)
adil, berarti penilaian tidak
menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta
perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan gender.
4)
terpadu, berarti penilaian oleh
pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan
pembelajaran.
5)
terbuka, berarti prosedur
penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui
oleh pihak yang berkepentingan.
6)
menyeluruh dan berkesinambungan,
berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan
kemampuan peserta didik.
7)
sistematis, berarti penilaian
dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8)
beracuan kriteria, berarti
penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
9)
akuntabel, berarti penilaian dapat
dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
12.
Keterampilan menutup
pelajaran
a.
Pengertian
Keterampilan
menutup pelajaran adalah kegiatan guru
untuk mengakhiri pelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran.
Menutup pelajaran merupkan usaha guru untuk memberikan gambaran menyeluruh
tentang apa yang telah dipelajari, ingin mengetahui keberhasilan siswa dalam
menyerap pelajaran, dan menentukan titik pangkal untuk pelajaran berikutnya.
b.
Tujuan
Menurut (Agung, 2014;
Hasibuan, 2012) tujuan dari kegiatan menutup pelajaran yang baik anatara lain:
1)
Mengukur sejauh mana tujuan dan
indikator pembelajaran telah tercapai.
2)
Mengevaluasi keberhasialan guru
mengaplikasikan RPP yang telah dipersiapkan sebelumnya.
3)
Mendapat bahan tambahan untuk
perbaikan pada pengajaran selanjtnya.
4)
Memberikan motivasi pada siswa
untuk lebih antusias pada pertemuan pelajaran selanjutnya.
c.
Komponen
Menutup pelajaran pada
setiap akhir pokok bahasan atau pada setiap akhir jam pelajaran, penting untuk
dilaksanakan agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok
materi pelajaran yang dipelajari. Cara yang dapat dilakukan guru dalam menutup
pelajaran antara lain:
1)
Meninjau kembali. Meninjau kembali
pelajaran yang telah disampaikan dapat dilakukan dengan cara merangkum inti
pelajaran untuk menarik suatu kesimpulan yang mengacu pada tujuan yang telah
dirumuskan.
2)
Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui keefektifan pembelajaran yang dilakukan dan untuk mengetahui apakah
tujuan-tujuan yang telah dirumuskan dapat dicapai oleh peserta didik melalui
pembelajaran.
3)
Memberi dorongan
psikologis/sosial. Unsur manusiawi dalam interaksi guru siswa dapat sungguh
menunjang tercapainya tujuan pengajaran.
4)
Tindak lanjut. Tindak lanjut
merupakan kegiatan yang harus dilakukan peserta didik setelah pembelajaran
dilakukan. Kegiatan tindak lanjut perlu diberikan oleh guru agar terjadi
pemantapan pada diri peserta didik terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan.
d.
Prinsip Penggunaan
Beberapa prinsip yang
perlu dipertimbangkan oleh guru adalah:
1)
Dalam usaha menarik perhatian
siswa atau memotivasi siswa, guru harus memiliki cara yang relevan dengan isi
dan tujuan pelajaran.
2)
Berurutan dan berkesinambungan.
Aktivitas yang ditempuh guru dalam mengenalkan dan merangkum kembali
pokok-pokok penting pelajaran hendaknya merupakan kembali bagian yang utuh
(merupakan suatu kebulatan). Kaitan anatara bagian satu dengan bagian lain atau
dengan pengalaman siswa harus jelas (Hasibuan, 2012).
Nama : Vindi Septianingrum
Kelas : 5C
NPM :19.0305.0126
Matkul: Microteaching
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan ILmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Magelang
Nuqqi wildaniya 19.0305.0149
BalasHapusKelemahan dan kekurangan dari penyampaian dari materi di blog yaitu :
1. Penjelasan keseluruhan dari 12 jenis keterampilan dasar mengajar sudah semuanya bagus Dan sudah menjurus pada pokok bahasan
2. Namun masih ada beberapa yang kurang mendalam di bagian tertentu.
Blog ini sudah di buat secara benar dan ringkas